Sistem Adm Kinerja Instansi Pemerintah (1)

20160622_090225BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah di sebutkan bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan membuat Rencana Srategis (RENSTRA) dan Rencana Kerja (RENJA) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Ponorogo tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2010-2015.

Berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Ponorogo Nomor 31 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Jetis merupakan perangkat daerah kabupaten sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati Ponorogo melalui Sekretaris Daerah mempunyai tugas melaksanakan kewenangan dalam lingkup tugas umum pemerintahan dan melaksanakan tugas sesuai kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah.

            Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Jetisberpedoman pada dokumen perencanaan yang terdapat pada :

  1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2010 – 2015;
  2. Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Jetis;
  3. Penetapan Kinerja Tahun 2015.
  4. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2010 – 2015

Dokumen RPJMD Kabupaten Ponorogo 2010-2015 pada dasarnya menjabarkan suatu perencanaan strategis yang erat kaitannya dengan proses menetapkan ke mana Kabupaten Ponorogodikembangkan, apa yang hendak dicapai dalam lima tahun mendatang, bagaimana mencapainya, langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan tercapai sesuai visi, misi, dan program kepala daerah terpilih.

Dengan perencanaan strategis diharapkan dapat dirumuskan tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Ponorogo yang konsisten dengan visi, misi program kepala daerah terpilih, dalam kerangka waktu yang sesuai kemampuan daerah untuk mengimplementasikannya, sehingga dapat dikembangkan kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan secara partisipatif untuk memadukan semua sumber daya (termasuk swasta) dalam mencapai tujuan, demi menghasilkan pembangunan Kabupaten Ponorogo yang lebih produktif, efisien dan efektif, berkeadilan, serta berkelanjutan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Ponorogo 2010-2015 memiliki hubungan dengan berbagai dokumen perencanaan lainnya, yakni disusun dengan memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Timur.

Isu-isu strategis di Kabupaten Ponorogo baik internal maupun eksternal turut pula menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan program di Kabupaten Ponorogo. Beberapa isu mendasar yang layak menjadi perhatian pada setiap fokus area antara lain adalah yang berkaitan dengan usaha penanggulangan kemiskinan dimana kemiskinan adalah kondisi ketidakberdayaan masyarakat  dalam memperoleh akses-akses kehidupan.

Bertitik tolak dari berbagai kondisi pembangunan yang dihadapi Kabupaten Ponorogo 2010-2015, maka dibutuhkan solusi strategis untuk mengatasinya selama lima tahun mendatang. Untuk itu, pembangunan Kabupaten Ponorogo 2010-2015 berangkat dari landasan visi:

Masyarakat Ponorogo Yang Sejahtera, Aman, Berbudaya, Berkeadilan Berlandaskan Nilai-nilai Ketuhanan Dalam Rangka Mewujudkan “RAHAYUNING BUMI REYOG”

Pernyatan visi tersebut dimaksudkan bahwa Kabupaten Ponorogo selama kurun waktu lima tahun ke depan, yaitu tahun 2010-2015 mengedapankan masyarakat yang sejahtera, terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat baik kebutuhan lahir dan batin, sehungga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang melalui pemikiran-pemikiran yang maju dan berbudi pekerti.

Kesejahteraan, aman, berbudaya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogodengan berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan ketentaraman masyarakat di Bumi Reyog Kabupaten Ponorogo.

Selanjutnya, sebagai komitmen dari pernyataan visi, maka pemerintah Kabupaten Ponorogo merumuskan misi pembangunan Rahayuning Bumi Reyog 2010-2015 sebagi berikut :

  1. Menjamin terwujudnya kepastian akses dan mutu pelayanan dasar masyarakat secara optimal baik pedesaan maupun perkotaan, serta manjamin kepastian penyediaan pelayanan publik dengan model palayananyang efektif dan efisien;
  2. Memacu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dalam rangka pengentasan kemiskinan dan mewujudkan ksejahteraan masyarakat;
  3. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel serta professional yang berlandaskan norma-norma dengan mengedepankan supremasi hukum;
  4. Meningkatkan pemberdyaan dan penguatan perempuan serta kelembagaan masyarakat, melalui keterlibatan seluruh komponen dalam setiap tahapan pembangunan di segala bidang; dan
  5. Membangun dan memelihara stabilitas pemerintahan, politik, ekonomi, soaial dan budaya sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat, dengan menjunjung tinggi budaya dan karakter masyarakat yang agamis, bermoral dan berbudi luhur.

RENCANA STRATEGIS KECAMATAN JETIS

Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Jetis merupakan perencanaan jangka menengah Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo yang berisi tentang gambaran tujuan dan sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun  serta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diamanahkan serta seuai dengan visi, misi dan program Bupati Ponorogo.

Renstra Kecamatan Jetismerupakanpenjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo yang mencakup tugas pokok dan fungsi Kecamatan di Wilayah Kabupaten Ponorogo, yang selanjutnya sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahunan Kecamatan Jetis.

Dengan renstra memastikan bahwa sumber daya dan dana wilayah diarahkan untuk menangani isu-isu strategis dan permasalahan prioritas, sekaligus menyediakan basis untuk mengukur sejauh mana perkembangan kemajuan dalam mencapai tujuan. Kecuali itu, melalui renstra, arah pembangunan Kecamatan Jetis bisa lebih dipahami masyarakat, sehingga melahirkan rasa ikut memiliki dan bertanggung jawab.

       Penyusunan Renstra Kecamatan Jetistelah mengacu pada RPJMD Kabupaten Ponorogo Tahun 2010-2015 dan dilaksanakan secara partisipatif antar instansi dan stakeholder terkait  secara ringkas, Renstra Kecamatan Jetis dapat diilustrasikan sebagai berikut :

VISI :

Dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan, penyusunan perencanaan pembangunan mutlak diperlukan agar dalam pelaksanannya dapat dilakukan dengan sistematis, terpadu, terarah sesuai dengan cita-cita yang ingin diwujudkan.Suatu hal yang mendasar dari setiap perencanaan adalah perumusan visi dan misi, yang merupakan suatu nilai yang ingin dicapai dalam periode tertentu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan kondisi umum masyarakat Kabupaten Ponorogo saat ini, permasalahan yang dihadapi, tantangan yang dihadapi dalam lima tahun mendatang dan sesuai dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Ponorogo Tahun 2010-2015, maka visi Kecamatan Jetis yang ingin diwujudkan adalah :

 ”Sebagai Kecamatan yang Cepat, Adil, Ramah dan Taat Prosedur dalam Memberikan Layanan Masyarakat

Dengan penjelasan sebagai berikut :

  • Cepat :  Kecamatan Jetis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Jetis dilakukan dengan cepat tanpa harus menunggu lama
  • Adil :  Di dalam memberikan layanan tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender maupun wilayah
  • Ramah :  Layanan yang diberikan didasari oleh rasa kemanusiaan belaka dan tidak mengeluh
  • Taat Prosedur :  Bahwa di dalam memberikan layanan kepada masyarakat senantiasa didasarkan pada aturan yang berlaku, norma hokum dan social
  • Layanan Masyarakat :          Bahwa keberadaannya diabdikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang layanan dengan sebaik mungkin

Pernyataan visi tersebut dimaksudkan bahwa Kecamatan Jetis selama Tahun 2010-2015 mengedepankan masyarakat yang terlayani dengan baik dan prima, terpenuhi kebutuhan dalam bidang administrasi kependudukan, perijinan maupun layanan sosial kemasyarakatan lainnya, sehingga akan melahirkan perasaan damai dan budi pekerti, yang merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan secara berkeadilan, tidak memihak dan tidak berat sebelah serta tidak condong pada salah satu pihak.

 MISI :

Misi adalah suatu rumusan atau upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Rumusan komitmen tersebut bagi kecamatan Jetis berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan kecamatan tanpa mengabaikan mandate yang diberikannya.

Mempertimbangkan perubahan lingkungan yang dihadapi serta memperhitungan kemungkinan untuk dijabarkan dalam arah kebijakan, maka rumusan misi Kecamatan Jetis Tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut :

“ Mewujudkan pemerintahan kecamatan yang baik melalui pelayanan yang cepat, adil, ramah dan taat prosedur serta koordinasi lintas sektoral “

Misi Kecamatan Jetis tersebut di atas, selanjutnya akan dijabarkan ke dalam tujuan, yang merupakan hasil akhir yang ingin dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Perumusan tujuan Kecamatan Jetis harus konsisten dengan tugas dan fungsinya sebagai pembantu Bupati sesuai kewenangan yang dimilikinya, terutama diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas serta kemudahan pelayanan pada masyarakat yang berkualitas.

TUJUAN

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis.

Tujuan pembangunan Kabupaten Ponorogo adalah menciptakan, mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang “manunggale cipto, roso, karso agawe rahayuning bumi reyog”.

Berdasarkan Visi dan Misi Kecamatan Jetis Tahun 2010 – 2015, dan tujuan pembangunan Kabupaten Ponorogo, maka ditetapkan tujuan pembangunan Kecamatan Jetis  sebagai berikut  :

Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan layanan rekomendasi perijinan serta jangkauan pelayanan sosial  “

 

Tabel 2.1

Matrik Hubungan Antara Misi dan Tujuan

 

MISI TUJUAN INDIKATOR
Mewujudkan pemerintahan kecamatan yang baik melalui pelayanan yang cepat, adil, ramah dan taat prosedur serta koordinasi lintas sektoral Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan layanan rekomendasi perijinan serta jangkauan pelayanan sosial. 1 Jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KTP yang terlayani
    2 Jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KK yang terlayani
    3 Jumlah surat pindah/datang yang terlayani.
    4 Jumlah surat pengantar akte kelahiran yg dikeluarkan.
    5 Jumlah rekomendasi ijin keramaian yang dikeluarkan.
    6 Jumlah  Ijin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan.
    7 Jumlah rekomendasi HO yg diterbitkan.
    8 Jumlah rekomenadsi SKCK yg dikeluarkan.
    9 Jumlah gakin penerima bantuan beras
    10 Jumlah rekomendasi Jamkesmas/da yang diterbitkan.
    11 Jumlah surat keterangan miskin/tidak mampu yang diterbitkan
    12 Jumlah KK Korban bencana alam yang menerima bantuan
    13 Jumlah proposal permintaan bantuan masyarakat yang direkomendasikan
    14 Jumlah surat dispensasi nikah yang diterbitkan
    15 DokumenPerencanaan Pembangunan Desa.
    16 Jumlah PBB yang bisa dipungut dan disetorkan.

 

  1. SASARAN

Sedangkan sasaran merupakan hasil yang akan dicapai, dalam rumusan secara spesifik, terukur, dalam jangka waktu tertentu yang secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.

Berdasarkan Tujuan, selanjutnya dijabarkan ke dalam sasaran-sasaran yang akan dicapai secara tahunan selama periode renstra.  Sasaran dan indikator kinerja sebagai alat ukur keberhasilan sasaran selama tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut :

 

Tujuan : Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan layanan rekomendasi perijinan serta jangkauan pelayanan sosial.
Sasaran : 1 Meningkatnya Ketaatan masyarakat Kecamatan Jetis terhadap kewajiban ber KTP dan KK
  2 Meningkatnya pelayanan masyarakat di bidang penerbitan persuratan.
  3 Meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perijinan.
  4 Meningkatnya perhatian pemerintah Kecamatan Jetis terhadap kesejahteraan keluraga miskin.
  5 Ketepatan penyaluran bantuan korban bencana alam
  6 Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan desa/kelurahan.
  7 Meningkatnya kolektabilitas Pajak Bumi dan Bangunan.

Tabel 2.2

Matrik Hubungan Antara Tujuan dan sasaran

 

TUJUAN SASARAN
URAIAN INDIKATOR URAIAN INDIKATOR
Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan layanan rekomendasi perijinan serta jangkauan pelayanan sosial. Jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KTP yang terlayani Meningkatnya ketaatan masyarakat kecamatan Jetis terhadap kewajiban ber KTP dan KK 1)    Persentase jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KTP terhadap yang diajukan
  Jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KK yang terlayani   2)    Persentase jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KK terhadap yang diajukan
  Jumlah surat pindah/datang yang terlayani Meningkatnya Pelayanan Masyarakat dibidang penerbitan persuratan 1)   Persentase jumlah surat pindah yang diterbitkan terhadap jumlah yangdiajukan
  Jumlah surat pengantar akte kelahiran yang dikeluarkan.   2)   Persentase jumlah Surat Pengantar Akta Kelahiran yang diterbitkan terhadap jumlah akta kelahiran yang diajukan
  Rekomendasi ijin keramaian yang dikeluarkan. Meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perijinan. 1)    Persentase jumlah rekomendasi Ijin Keramaian yang diterbitkan terhadap yang diajukan
  Rekomendasi Ijin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan.   2)  Persentase jumlah rekomendasi Ijin Mendirikan Bangunan  yang diterbitkan terhadap yang diajukan
  Rekomendasi HO yg diterbitkan.   3)   Persentase jumlah rekomendasi HO yang diterbitkan yang diajukan
  Rekomenadsi SKCK yg dikeluarkan.   4)    Persentase Jumlah rekomendasi SKCK yang diterbitkan  terhadap yang diajukan
  Jumlah gakin penerima raskin. Meningkatnya perhatian pemerintah Kecamatan Jetis terhadap kesejahteraan keluarga miskin.

 

1)    Persentase jumlah Gakin Penerima Bantuan Beras terhadap jumlah Keluarga Miskin Sasaran
  Jumlah rekomendasi Jamkesmas/da yang diterbitkan.   2)   Persentase Rekomendasi Jamkesmas/dayang diterbitkan terhadap pengajuan yang memenuhi syarat .
  Jumlah surat keterangan miskin/tidak mampu yang diterbitkan   3)   Persentase Jumlah surat keterangan miskin/tidak mampu yang diterbitkan terhadap yang diajukan
  Jumlah KK Korban bencana alam yang menerima bantuan Ketepatan penyaluran bantuan korban bencana alam 1)   Persentase jumlah KK Korban bencana alam yang menerima bantuan terhadap jumlah seluruh KK korban bencana alam
  Jumlah proposal permintaan bantuan masyarakat yang direkomendasikan   2)  Persentase jumlah proposal permintaan bantuan masyarakat yang direkomendasikan
  Jumlah surat dispensasi nikah yang diterbitkan   3)  Persentase jumlah surat dispensasi nikah yang diterbitkan terhadap yang diajukan
  Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa. Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan desa. 1)    Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa
  Jumlah PBB yang bisa dipungut dan disetorkan. Meningkatnya kolektibilitas Pajak Bumi dan Bangunan. 1)    Persentase besarnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang berhasil dipungut dan disetor  terhadap jumlah yang ditargetkan

 

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran sebagaimana disebutkan di atas, Kecamatan Jetis menetapkan strategi sebagai berikut ;

  1. Peningkatan kualitas Pelayanan;
  2. Peningkatan efektifitas dan efesiensi pelayanan kepada Masyarakat
  3. Peningkatan profesionalisme dan produktifitas aparatur;
  4. Pengembangan sarana dan prasarana

Arah Kebijakan

Oleh karena di dalam menetapkan kebijakan ini dipengaruhi oleh kondisi eksternal maupun internal organisasi, maka kebijakan teknis untuk masing-masing kecamatan berbeda.Kebijakan ini lebih bersifat operasional dalam mencapai tujuan dan sasaran dari program dan kegiatan tertentu (dimana masing-masing program/kegiatan berbeda kebijakan teknisnya).

Kebijakan teknis ini merupakan kewenangan Camat yang telah memperoleh otoritas untuk mengelola segala Sumber Daya (baik SDM maupun Anggaran) yang dimiliki.Kebijakan ini juga merupakan strategi implementasi/operasional dari Camat untuk melaksanakan berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Oleh karena kebijakan teknis yang diambil pada dasarnya untuk melaksanakan program dan kegiatan (proyek yang telah ditetapkan), sehingga kebijakan teknis untuk masing-masing kecamatan berbeda.Langkah kebijakan yang dilakukan di Kecamatan Jetis dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yaitu dengan Meningkatkan Produktivitas Pelayanan Administrasi kepada Masyarakat.

PERJANJIAN KINERJA

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja , Pelaporan Kinerja dan tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Perjanjian Kinerja Tahun 2015 dijadikan acuan untuk mengukur kinerja Kecamatan Jetis Tahun 2015 dan melaporkannya dalam Laporan Kinerja (LKj).

Tabel 2.3

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

KECAMATAN JETIS

NO. SASARAN KINERJA INDIKATOR TARGET
1. Meningkatnya ketaatan masyarakat kecamatan Jetis terhadap kewajiban ber KTP dan KK 1.  Persentase jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KTP terhadap yang diajukan 95 %
    2.  Persentase jumlah rekomendasi permohonan pengajuan KK terhadap yang diajukan 95 %
2. Meningkatnya pelayanan masyarakat di Bidang Penerbitan Persuratan 1.  Persentase jumlah surat pindah/datang yang diterbitkan terhadap jumlah yang diajukan 98 %
    2.   Persentase jumlah Surat Pengantar Akta Kelahiran yang diterbitkan terhadap jumlah akta kelahiran yang diajukan 98 %
3. Meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perijinan 1.  Persentase jumlah rekomendasi Ijin Keramaian yang diterbitkan terhadap yang diajukan 98 %
    2.  Persentase jumlah rekomendasi Ijin Mendirikan Bangunan  yang diterbitkan terhadap yang diajukan 98 %
    3.  Persentase jumlah rekomendasi HO yang diterbitkan yang diajukan 98 %
    4.  Persentase Jumlah rekomendasi SKCK yang diterbitkan  terhadap yang diajukan 99 %
4. Meningkatnya perhatian pemerintah Kecamatan Jetis terhadap kesejahteraan keluarga miskin. 1.  Persentase jumlah Gakin penerima bantuan beras terhadap jumlah Keluarga Miskin Sasaran 100 %
    2.  Persentase Rekomendasi Jamkesmas/dayang diterbitkan terhadap pengajuan yang memenuhi syarat . 0
    3.  Persentase Jumlah surat keterangan miskin/tidak mampu yang diterbitkan terhadap yang diajukan 0
5. Ketepatan penyaluran bantuan korban bencana alam 1.  Persentasi jumlah KK Korban bencana alam yang menerima bantuan terhadap jumlah seluruh KK korban bencana alam 0
    2.  Persentase jumlah proposal permintaan bantuan masyarakat yang direkomendasi 99 %
    3.  Persentase jumlah surat dispensasi nikah yang diterbitkan terhadap yang diajukan 100 %
6. Tersusunnya dokumen Perencanaan Pembangunan Desa/kel Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa 1 Dokumen
7. Meningkatkan Kolektabilitas Pajak Bumi dan Bangunan Persentase besarnya Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) yang berhasil dipungut dan disetor terhadap jumlah yang ditargetkan 100 %

Bersambung

 

 

 

 

 

Share :
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *